Rabu, 03 Januari 2018

Sosial Media, Karena Millenial dan Keunikannya akan menjadi Media Massa yang Paling Dominan

Dapat pencerahan dari teman yang baru pulang belajar di kantor pusat. Katanya masa depan nanti, media televisi, cetak atau radio akan sangat jauh menurun baik jangkauan maupun kekuatannya. Itu saja saya tahu, tapi yang menarik adalah analisa selanjutnya. Bukan cable tv atau dotcom yang akan jadi media dominan. Hampir semua ahli sepakat, milenial dan keunikannya akan membuat sosial media jadi media massa yang paling dominan.
Menurut riset salah satu lembaga media di Amerika sana, saat ini  jamaah fesbukiah aktif di Indonesia saja sudah lebih dari seratus juta. Belum lagi jumlah rakyat Twitterland atau umat Instagram yang sudah lebih dari 60 persen rakyat usia produktif.
Tak heran kalau sosial media jadi sarana tercepat penyebaran informasi (benar ataupun hoax) dan sekaligus target market yang menggiurkan. Gabungan potensi yang akan membuat malu media jenis manapun.

Uniknya untuk sukses memanfaatkan sosmed, tidak perlu pusing bikin perusahaan. Banyak youtuber atau seleb Instagram yang sukses punya penghasilan belasan kali UMR pekerja media hanya dengan tim 2 atau 3 orang.
Ada beberapa hal yang dicatat sebagai faktor yang memperkuat kemungkinan sosmed jadi sukses mendulang follower.
Pertama; konsistensi. Maksudnya makin
sering posting, makin besar kemungkinan followernya nambah.
Kedua; posting ide atau topik yang sedang hangat. Walau hanya mirip sedikit, atau bahkan tidak nyambung dengan isi keseluruhan post, tapi menyinggung thema yang sedang hot - misalnya pilkada, Zakir naik, atau terorisme - akan menaikkan komen dan traffic post itu. Mau komentar positif atau negatif, nggak masalah.
Ketiga; manfaatkan emosi dan perasaan dalam post. Foto orang luka parah, lalu tulis di caption-nya: menyedihkan... Foto hewan disiksa, tulis: dasar manusia tak berperikemanusiaan... Cuplikan berita konflik agama, tulis dibawahnya: masak kita diam saja agama kita dihina?...
Emosi terpancing, komen ditulis, balasannya muncul, traffik pun mengangkasa...
Ini mungkin menjelaskan kenapa teman saya, tempat saya belajar ide online, makin rajin posting. Beliau yang sudah punya beragam produk online, mulai dari toko online, blog, Facebook jualan sampai diary daring, ternyata nyaris lebih jago dari yang mengaku ahli sosmed.
Beliau dengan lincah membuat berbagai tulisan inspiratif yang terus mengaitkan antara sosmed yang dimiliki dengan blog dan olshop nya.
Ini orang yang bervisi bagus.
Saya mau mencoba meniru, tapi sulit. Saya nggak bisa membuat tulisan inspiratif yang bermuatan komersial. Tapi dunia memang berubah. TV dan media klasik mendekati kepunahan, dan hanya orang orang media yang bisa menyesuaikan diri akan bertahan. Mau tak mau saya ikut berubah. Makanya saya tulis ini, jangan lupa di like' dan komen ya. Kalau berminat bisa kunjungi blog oret oretan saya di
berlianbiru.blogspot.com atau cek microstory lengkap saya lewat wiserwriter.com yg belum selesai.. (Diambil dari tulisan yang mampir di WAG).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar